<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>puguh.raharjo &#187; Linux</title>
	<atom:link href="http://puguh.raharjo.web.id/category/linux/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://puguh.raharjo.web.id</link>
	<description>.web.id</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Aug 2010 06:47:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Boot GRUB Linux Setelah Install Windows</title>
		<link>http://puguh.raharjo.web.id/boot-grub-linux-setelah-install-windows</link>
		<comments>http://puguh.raharjo.web.id/boot-grub-linux-setelah-install-windows#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 10:40:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puguh Raharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puguh.raharjo.web.id/?p=492</guid>
		<description><![CDATA[GRUB merupakan salah satu loader yang biasa digunakan Linux. Saat instalasi sistem, biasanya GRUB dipasang pada master boot record (MBR). Karena sesuatu hal, instalasi GRUB pada MBR bisa terhapus dan menyebabkan tidak bisa boot Linux. Diantaranya terkena virus, instalasi sistem operasi Windows, atau command fixmbr dari recovery-nya Windows. Ada beberapa cara yang bisa ditempuh agar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>GRUB merupakan salah satu loader yang biasa digunakan Linux. Saat instalasi sistem, biasanya GRUB dipasang pada <em>master boot record </em>(MBR).</p>
<p>Karena sesuatu hal, instalasi GRUB pada MBR bisa terhapus dan menyebabkan tidak bisa boot Linux. Diantaranya terkena virus, instalasi sistem operasi Windows, atau command <strong>fixmbr</strong> dari recovery-nya Windows. </p>
<p>Ada beberapa cara yang bisa ditempuh agar dapat boot lagi ke Linux menggunakan GRUB, salah satunya dengan <strong><a href="http://sourceforge.net/projects/grub4dos/">grub4dos</a></strong> yang dapat melakukan loading GRUB dari DOS.</p>
<p>Langkah pertama, download grub4dos dari link berikut:</p>
<blockquote><p><a href="http://download.gna.org/grub4dos/">http://download.gna.org/grub4dos/</a></p></blockquote>
<p>Extract file <strong><em>grldr</em></strong> dan <strong><em>grldr.mbr</em></strong> ke C:\<br />
Bagi pengguna WindowsXP, tambahkan baris berikut pada file <strong>C:\boot.ini</strong></p>
<blockquote><p>c:\grldr=&#8221;grub4dos&#8221;</p></blockquote>
<p>Jika Anda tidak dapat menemukan file C:\boot.ini ketik baris berikut pada <em>command prompt</em></p>
<blockquote><p>attrib -r -s -h -a c:\boot.ini</p></blockquote>
<p>Sedangkan bagi pengguna Windows Vista atau Seven, buatlah file c:\boot.ini lalu isikan baris berikut di dalamnya:</p>
<blockquote><p>[boot loader]<br />
timeout=0<br />
default=c:\grldr.mbr<br />
[operating systems]<br />
C:\grldr.mbr=&#8221;Grub4Dos&#8221;</p></blockquote>
<p>Langkah berikutnya, buatlah sebuah file <strong>c:\menu.lst</strong>  dengan isi:</p>
<blockquote><p> timeout 0<br />
default 0<br />
title grub2<br />
find &#8211;set-root /boot/grub/core.img<br />
kernel /boot/grub/core.img<br />
boot</p></blockquote>
<p>Selanjutnya, restart komputer dan pilih <strong>Grub4Dos</strong> untuk loading GRUB.<br />
Untuk memperbaiki instalasi GRUB pada MBR, gunakan perintah berikut:</p>
<blockquote><p>sudo grub-install /dev/sda</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puguh.raharjo.web.id/boot-grub-linux-setelah-install-windows/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuka File Access (MDB) di Ubuntu</title>
		<link>http://puguh.raharjo.web.id/membuka-file-access-mdb-di-ubuntu</link>
		<comments>http://puguh.raharjo.web.id/membuka-file-access-mdb-di-ubuntu#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 15:17:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puguh Raharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puguh.raharjo.web.id/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[Jika DOC, XLS dan PPT dengan mudah dapat dibuka dan edit di Ubuntu dengan OpenOffice.org, lain halnya jika haus berurusan dengan file access yang biasanya memiliki extension MDB. Ada 2 pilihan aplikasi yang dapat digunakan untuk menangani file MDB. Kexi Aplikasi ini merupakan salah satu bagian dari KOffice yang biasa digunakan pada environment KDE, karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://puguh.raharjo.web.id/wp-content/uploads/About gmdb2.png"><img src="http://puguh.raharjo.web.id/wp-content/uploads/About gmdb2.png" width='30%' style="float:right; margin: 0 0 15px 15px;" alt="" /></a>Jika DOC, XLS dan PPT dengan mudah dapat dibuka dan edit di Ubuntu dengan OpenOffice.org, lain halnya jika haus berurusan dengan file access yang biasanya memiliki extension MDB.</p>
<p>Ada 2 pilihan aplikasi yang dapat digunakan untuk menangani file MDB.</p>
<ol>
<li><a href="http://www.kexi-project.org/ ">Kexi </a><br />
Aplikasi ini merupakan salah satu bagian dari KOffice yang biasa digunakan pada environment KDE, karena desktop manager default dari Ubuntu adalah Gnome, maka untuk install Kexi perlu menambahkan juga dependency-nya yang tidak sedikit. Ini menjadi masalah bagi user dengan koneksi internet terbatas dan tidak punya DVD repository.</li>
<p></p>
<li><a href="http://mdbtools.sourceforge.net/">MDBTools</a><br />
Dengan kebutuhan resource (ukuran file instalasi) yang relatif kecil, aplikasi ini menjadi pilihan tepat untuk sekedar membuka file MDB. Namun, dengan ukurannya yang relatif kecil tersebut membuat kemampuannya juga terbatas.</li>
</ol>
<p>Saat ini saya memakai Ubuntu Lucid dengan gmdb2-0.6pre1. Instalasi sangat mudah melalui Synaptic, dan setelah itu dapat dibuka melalui menu Office.</p>
<p>Loading yang singkat dan tampilan yang sederhana telah memikat pada pandangan pertama. Begitu pula dengan mudahnya membuka sebuah database access 2007 yang di-protek tanpa meminta password yang tersimpan.</p>
<p><a href="http://puguh.raharjo.web.id/wp-content/uploads/MDB File Viewer.png"><img src="http://puguh.raharjo.web.id/wp-content/uploads/MDB File Viewer.png" alt="" width='70%'/  style="float:right;margin:15px 0 15px 15px;"></a> Tersedia tombol untuk melihat struktur dan data didalamnya serta export ke format CSV dengan cara yang terbilang sangat mudah.</p>
<p>Masalah muncul ketika mencoba fasilitas MDB Query dari menu Tools-SQL Window. Aplikasi menutup setelah tombol Execut Query ditekan. Mungkin saja ini terjadi karena aplikasi masih versi 0.6pre1, dan ke depan pasti lebih baik.</p>
<p>Kelemahan lainnya adalah aplikasi ini hanya sebagai viewer saja, jadi cuma bisa melihat tapi tidak bisa merubah data di dalamnya. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puguh.raharjo.web.id/membuka-file-access-mdb-di-ubuntu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BlankOn Linux dan DVD Repository Ubuntu</title>
		<link>http://puguh.raharjo.web.id/blankon-linux-dan-dvd-repository-ubuntu</link>
		<comments>http://puguh.raharjo.web.id/blankon-linux-dan-dvd-repository-ubuntu#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 01:47:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puguh.raharjo.web.id/?p=338</guid>
		<description><![CDATA[Seperti kita ketahui, BlankOn Linux merupakan salah satu distro yang berkembang di Indonesia yang menggunakan Ubuntu sebagai dasarnya. Tentu saja paket aplikasi dari repository Ubuntu akan cocok dipasang pada distro ini. Sebagai bahan tulisan ini, saya menggunakan BlankOn 5 (Nanggar) pada kondisi &#8220;fresh from the oven&#8221; alias setelah install belum diubah-ubah lagi. Untuk download file [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti kita ketahui, <a href="http://www.blankonlinux.or.id/">BlankOn Linux</a> merupakan salah satu distro yang berkembang di Indonesia yang menggunakan <a href="http://www.ubuntu.com/">Ubuntu</a> sebagai dasarnya. Tentu saja paket aplikasi dari repository Ubuntu akan cocok dipasang pada distro ini.</p>
<p>Sebagai bahan tulisan ini, saya menggunakan BlankOn 5 (Nanggar) pada kondisi &#8220;fresh from the oven&#8221; alias setelah install belum diubah-ubah lagi. Untuk download file iso silakan kunjungi <a href="http://cdimage.blankonlinux.or.id/rilis/nanggar/">link ini</a>. Kenapa saya memilih distro BlankOn dan bukan Ubuntu? Ini salah satu jawabannya:</p>
<p style="text-align: center">==distro BlankOn Linux telah komplit untuk urusan multimedia, antara lain plugin untuk support mp3, avi, flv, sehingga cocok untuk pengguna yang relatif pemula dan/atau terbatas koneksi internetnya untuk update packages==</p>
<p>Bahan berikutnya adalah DVD Repository Ubuntu 9.04 yang bisa download dari <a href="http://wiki.ubuntu-id.org/DistribusiDvdReposUbuntu">link ini</a>. Kebetulan pas ada koneksi yang lumayan sehingga bisa menyelesaikan 6 file iso yang kemudian dibakar ke DVD.</p>
<p>Proses selanjutnya adalah menambahkan DVD Repository tersebut agar dikenali Synaptic.<br />
1. Nyalakan komputer dan login sampai dekstop muncul<br />
2. Masukkan DVD #1 dan tunggu sampai muncul jendela dialog seperti ini<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-340" src="http://puguh.raharjo.web.id/wp-content/uploads/Screenshot-Software-Packages-Volume-Detected.png" alt="Screenshot-Software Packages Volume Detected" /></p>
<p>3. Pilih &#8220;Start Package Manager&#8221; dan tunggu sampai jendela Synaptic muncul, dan DVD #1 secara otomatis telah ditambahkan pada source-list apt.<br />
4. Untuk memastikan, ketik perintah berikut pada jendela terminal dan lihat hasilnya pada baris terakhir.<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-341" src="http://puguh.raharjo.web.id/wp-content/uploads/Screenshot-cat.png" alt="Screenshot-cat" /></p>
<p>5. Tutup jendela Synaprtic Package Manager. Keluarkan/eject DVD #1, lalu masukkan DVD #2, pada jendela dialog pilih &#8220;Start Package Manager&#8221;. Ulangi proses ini untuk semua DVD repository sampai DVD #6. Periksa lagi hasilnya seperti langkah (4)</p>
<p>6. Jika koneksi internet terbatas, atau tidak ingin menggunakan sumber instalasi dari internet, lakukan edit dan simpan pada file /etc/apt/sources.list dan berikan tanda # pada semua baris selain 6 baris paling bawah.<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-342" src="http://puguh.raharjo.web.id/wp-content/uploads/Screenshot-sources.png" alt="Screenshot-sources" /></p>
<p>7. Sekarang DVD Repository telah bisa digunakan untuk menambah paket aplikasi pada BlankOn Linux. Gunakan Synaptic Package Manager untuk melakukan hal ini.<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-343" src="http://puguh.raharjo.web.id/wp-content/uploads/Screenshot-Synaptic-Package-Manager-.png"></p>
<p>8. Masukkan DVD sesuai yang diminta pada jendela dialog saat melakukan instal/upgrade aplikasi.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-344" src="http://puguh.raharjo.web.id/wp-content/uploads/Screenshot-Untitled-Window.png" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puguh.raharjo.web.id/blankon-linux-dan-dvd-repository-ubuntu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LiveCD GNU/Linux Tanpa CD</title>
		<link>http://puguh.raharjo.web.id/livecd-gnulinux-tanpa-cd</link>
		<comments>http://puguh.raharjo.web.id/livecd-gnulinux-tanpa-cd#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 06:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puguh.raharjo.web.id/livecd-gnulinux-tanpa-cd</guid>
		<description><![CDATA[Beragam distro GNU?Linux bermunculan menawarkan keunggulan masing-masing. Selain lewat CD, distro-distro itu bisa di-download langsung dalam bentuk file/image ISO untuk selanjutnya dibakar ke CD/DVD. Lalu bagaimana seandainya di komputer/laptop kita tidak ada CD-ROM? apakah harus bersusah payah mencari CD-ROM external yang harganya &#8220;masih mahal&#8221; itu? Seandainya ada CD-ROM, bukankah harus memakai CD blank atau CD-RW? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beragam distro GNU?Linux bermunculan menawarkan keunggulan<br />
masing-masing. Selain lewat CD, distro-distro itu bisa di-download<br />
langsung dalam bentuk file/image ISO untuk selanjutnya dibakar ke<br />
CD/DVD.<br />
Lalu bagaimana seandainya di komputer/laptop kita tidak ada CD-ROM?<br />
apakah harus bersusah payah mencari CD-ROM external yang harganya<br />
&#8220;masih mahal&#8221; itu? Seandainya ada CD-ROM, bukankah harus memakai CD<br />
blank atau CD-RW?<br />
Untuk mengatasi kedua kendala tersebut, bisa saja kita mencoba LiveCD<br />
atau bahkan install tidak dari CD, melainkan dengan USB Flashdisk.<br />
Bagaimana caranya?</p>
<p>- Siapkan image file iso distro yang akan kita coba<br />
- Kita memerlukan aplikasi lain untuk &#8220;membakar&#8221; image ke flashdisk,<br />
yaitu <a href="http://unetbootin.sourceforge.net/">Unetbootin</a><br />
- Download sesuai kebutuhan, apakah untuk Windows atau Linux<br />
- Jalankan aplikasi Unetbootin<br />
- Pilih Disk Image dan browse file iso<br />
- Pilih Drive flashdisk yang akan kita isi, pastikan free space pada<br />
flashdisk lebih besar dari ukuran file iso<br />
- Klik OK dan tunggu sampai proses selesai<br />
- Jangan lupa untuk boot dari USB_HDD atau flashdisk dengan mengubah<br />
konfigurasi BIOS atau dari pilihan boot menu</p>
<p>Jika kita menggunakan Unetbootin dari Windows, berarti flashdisk yang<br />
digunakan akan menggunakan file system FAT. Dengan file system ini,<br />
nama file tidak case sensitive yang berarti file &#8220;vmlinuz&#8221; akan sama<br />
dengan &#8220;vmLinuz&#8221;, hal ini dapat menjadi salah satu penyebab distro<br />
gagal boot atau tidak berfungsi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puguh.raharjo.web.id/livecd-gnulinux-tanpa-cd/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ubuntu 9.04 dan Sierra Compass 885 dan Indosat IM3</title>
		<link>http://puguh.raharjo.web.id/ubuntu-9-04-dan-sierra-compass-885-dan-indosat-im3</link>
		<comments>http://puguh.raharjo.web.id/ubuntu-9-04-dan-sierra-compass-885-dan-indosat-im3#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 02:23:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puguh.raharjo.web.id/ubuntu-9-04-dan-sierra-compass-885-dan-indosat-im3</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata, di Ubuntu 9.04 modem usb Sierra Compass 885 langsung dibaca sebagai modem Mobile Broadband, jadi gak perlu instal driver tambahan. Setelah dicolokkan, otomatis akan muncul dialog untuk membuat koneksi baru dengan modem ini, karena saya memakai kartu IM3, saya pilih operator Indosat. Pada layar berikutnya, dimasukkan setting dialup yaitu username dan password masing-masing diisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata, di Ubuntu 9.04 modem usb Sierra Compass 885 langsung dibaca sebagai modem Mobile Broadband, jadi gak perlu instal driver tambahan.<br />
Setelah dicolokkan, otomatis akan muncul dialog untuk membuat koneksi baru dengan modem ini, karena saya memakai kartu IM3, saya pilih operator Indosat. Pada layar berikutnya, dimasukkan setting dialup yaitu username dan password masing-masing diisi &#8220;indosat&#8221;, sedangkan APN diganti menjadi &#8220;indosatgprs&#8221;.<br />
<span id="more-280"></span><br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-281" title="Screenshot-Indosat" src="http://puguh.raharjo.web.id/wp-content/uploads/2009/06/Screenshot-Indosat-226x300.png" alt="Screenshot-Indosat" width="226" height="300" /></p>
<p>Ada satu hal lagi yg harus diubah agar koneksi lancar, yaitu mengisi &#8216;DNS Servers&#8217; pada tab &#8216;IPv4 Settings&#8217; dengan alamat <del datetime="2009-08-23T18:17:28+00:00">202.155.46.77</del> <strong>dari FreeDNS yaitu 208.67.220.222 dan 208.67.220.220</strong><br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-283" title="Screenshot-IPv4" src="http://puguh.raharjo.web.id/wp-content/uploads/2009/06/Screenshot-IPv4-226x300.png" alt="Screenshot-IPv4" width="226" height="300" /></p>
<p>Untuk memulai koneksi juga sangat mudah, tinggal klik ikon &#8216;Network Connections&#8217; pada tray, lalu klik pada baris &#8216;Indosat&#8217;</p>
<p>Setelah koneksi sukses akan muncul popup notifikasi dan ikon Network Connections berubah menjadi gambar tower.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puguh.raharjo.web.id/ubuntu-9-04-dan-sierra-compass-885-dan-indosat-im3/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install Ubuntu 8.10 pada partisi Windows</title>
		<link>http://puguh.raharjo.web.id/install-ubuntu-810-pada-partisi-windows</link>
		<comments>http://puguh.raharjo.web.id/install-ubuntu-810-pada-partisi-windows#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 13:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puguh.raharjo.web.id/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Ubuntu 8.10 (Intrepid Ibex) Desktop Edition ada fasilitas untuk meng-install Ubuntu pada partisi FAT32/NTFS tanpa perlu melakukan perubahan partisi terlebih dahulu. Dalam proses ini, penulis menggunakan Windows XP dengan partisi NTFS pada drive C: dan D: . Setelah CD dimasukkan ke dalam drive akan muncul autorun (jika tidak, jalankan aplikasi &#8220;umenu.exe&#8221;) yang memberi 3 pilihan: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://i196.photobucket.com/albums/aa6/puguhr/blog/ubuntu.png" alt="" />Ubuntu 8.10 (Intrepid Ibex) Desktop Edition ada fasilitas untuk meng-install Ubuntu pada partisi FAT32/NTFS tanpa perlu melakukan perubahan partisi terlebih dahulu.<br />
Dalam proses ini, penulis menggunakan Windows XP dengan partisi NTFS pada drive C: dan D: .<br />
Setelah CD dimasukkan ke dalam drive akan muncul autorun (jika tidak, jalankan aplikasi &#8220;umenu.exe&#8221;) yang memberi 3 pilihan:<br />
- Demo and full instalation : mencoba livecd atau install<br />
- Install inside Windows : install pada partisi Windows<br />
- Learn more<br />
<span id="more-218"></span><img class="alignleft" src="http://i196.photobucket.com/albums/aa6/puguhr/blog/umenu.jpg" alt="" /></p>
<p>Pilih saja &#8220;Install inside Windows&#8221; yang akan membuka ke jendela berikutnya.<br />
Di sini kita diminta memasukkan beberapa isian, antara lain:<br />
- partisi tempat kita akan meng-instal Ubuntu (penulis memilih D:)<br />
- ukuran partisi yang akan digunakan (penulis menggunakan 5GB)<br />
- userid dan password yang akan digunakan untuk login Ubuntu (gunakan sesuai pilihan Anda)</p>
<p>Tunggu proses yang sedang berjalan yang akan diakhiri dengan window pilihan untuk restart komputer.<br />
Saat boot, pilih Ubuntu yang dilanjutkan munculnya GRUB loader, biarkan saja (atau kalau mau cepat, tekan tombol &#8220;Esc&#8221; lalu &#8220;Enter&#8221;)<br />
Ubuntu akan melakukan proses instalasi dan diakhiri dengan restart. Di komputer penulis (Dual Core 2,2GHz, memori 1GB) proses berjalan tak lebih dari 10 menit.<br />
Jika tidak mau restart sendiri setelah waktu yang lama, restart manual saja dengan tombol power/reset (hindari yang ini!!).</p>
<p>Booting selanjutnya, pilih lagi Ubuntu, dan proses dilanjutkan sampai munculnya layar login Ubuntu.<br />
Congratulation!! Ubuntu telah terinstall, gunakan dengan penuh kasih sayang (LOL)</p>
<p>Ada kelemahan menggunakan proses instalasai dengan cara ini:<br />
- Kecepatan akses ke disk akan lebih lambat dibandingkan instal pada partisi Linux tersendiri</p>
<p>Namun, kekurangan tersbut rasanya tidak seberapa jika dibandingkan dengan manfaat lebih yang kita dapatkan:<br />
- Tidak perlu mengubah partisi<br />
- Proses instalasi yang cepat<br />
- Menikmati Ubuntu</p>
<p>Partisi tempat instalasi (D:) tidak muncul pada menu &#8220;Places&#8221;, tapi dapat kita temukan pada direktori &#8220;/host&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puguh.raharjo.web.id/install-ubuntu-810-pada-partisi-windows/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ubuntu 8.10</title>
		<link>http://puguh.raharjo.web.id/ubuntu-810</link>
		<comments>http://puguh.raharjo.web.id/ubuntu-810#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 14:54:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puguh.raharjo.web.id/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Setiap 6 bulan sekali secara rutin Ubuntu release, dan kali ini versi 8.10 (Intrepid Ibex) dengan fitur-fitur yang semakin baik saja. Dan, seperti biasanya kita bisa download image file, atau request cd gratis yang akan dikirim via pos namun memerlukan waktu yang relatif lama. Namun saya belum mencoba versi terbaru ini, karena masih dalam proses [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://www.ubuntu.com/themes/ubuntu07/images/ubuntulogo.png" alt="" width="202" height="55" />Setiap 6 bulan sekali secara rutin Ubuntu release, dan kali ini versi 8.10 (Intrepid Ibex) dengan <a href="http://www.ubuntu.com/products/whatisubuntu/810features/">fitur-fitur</a> yang semakin baik saja.</p>
<p>Dan, seperti biasanya kita bisa <a href="http://www.ubuntu.com/getubuntu/download">download</a> image file, atau <a href="http://shipit.ubuntu.com">request cd gratis</a> yang akan dikirim via pos namun memerlukan waktu yang relatif lama.</p>
<p>Namun saya belum mencoba versi terbaru ini, karena masih dalam proses request.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puguh.raharjo.web.id/ubuntu-810/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Request CD Mandriva Gratis</title>
		<link>http://puguh.raharjo.web.id/request-cd-mandriva-gratis</link>
		<comments>http://puguh.raharjo.web.id/request-cd-mandriva-gratis#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 08:06:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://puguh.raharjo.web.id/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Mandriva adalah distribusi gnu/Linux yang sangat inovatif. Proses instalasi yang cepat, dukungan hardware yang luas, software yang lengkap, serta antarmuka yang bersahabat menjadikannya mudah dipelajari dan disukai banyak orang. Melalui situs ini Anda dapat merequest versi terbaru dari CD Mandriva One 2009.0 secara gratis. Seluruh biaya produksi CD termasuk pengiriman sepenuhnya ditanggung oleh Toko.Baliwae, tokonya maniak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mandriva.baliwae.com" target="_blank"><img class="alignleft" src="https://toko.baliwae.com/request/img/request-mandriva-banner.jpg" alt="" width="100" height="165" /></a><span style="font-family: Verdana;">Mandriva adalah distribusi gnu/Linux yang sangat inovatif. Proses instalasi yang cepat, dukungan hardware yang luas, software yang lengkap, serta antarmuka yang bersahabat menjadikannya mudah dipelajari dan disukai banyak orang.</span></p>
<p>Melalui <a href="http://mandriva.baliwae.com" target="_blank">situs ini</a> Anda dapat merequest versi terbaru dari CD Mandriva One 2009.0 secara gratis. Seluruh biaya produksi CD termasuk pengiriman sepenuhnya ditanggung oleh Toko.Baliwae, tokonya maniak Linux. Cukup hanya dengan mengisi formulir yang tersedia!</p>
<p>Namun perlu diingat, bahwa pengiriman bisa memakan waktu <strong>antara 1-10 minggu</strong> dari pemesanan. Bila Anda memiliki koneksi cepat disarankan untuk mendownload langsung dari situs <a href="http://www.mandriva.com/en/product/mandriva-linux-one">Mandriva.com</a></p>
<p>Untuk proses lebih lanjut, segera kunjungi situsnya langsung di <a href="http://mandriva.baliwae.com" target="_blank">http://mandriva.baliwae.com/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://puguh.raharjo.web.id/request-cd-mandriva-gratis/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->
